Bunda Sayang

Game Level 8 Bunda Sayang : Menabung di Akun Tanpa ATM

Cerdas Finansial – Day 03. Saat S2 kemarin saya sudah mulai bekerja freelance untuk menambah uang saku. Sadar banget kalau saya kesulitan atur waktu jika bekerja reguler, sehingga saya memilih kerja freelance. Pada awalnya setiap terima bayaran rasanya uang cepat sekali habis. Sehingga saya memutuskan untuk membuka akun Tabunganku dimana akun tersebut tanpa ATM. 

Dulu, kalau sudah mendapatkan bayaran, 70% nya saya masukkan ke akun tanpa ATM. Niatnya biar bisa punya tabungan. Lumayan nambah-nambah modal nikah waktu itu 😄. 

Membuka akun tanpa ATM memang sudah saya niatkan untuk bisa berlanjut penggunaannya hingga saya menikah. Alhamdulillah setelah menikah, saya sisihkan untuk dimasukkan ke akun tanpa ATM. Tujuannya agar kami tidak mengganggu gugat tabungan tersebut. Sehingga kamipun terpacu untuk lebih menghemat. Bukan berarti kami tidak pernah memenuhi keinginan kami. Tapi kami lebih mengkontrol diri agar tidak terjadi kecelakaan ekonomi. Nauzubillah 😊.

Saya teringat diskusi 30MLD di kelas matrikulasi koordinator dimana saat itu tamunya adalah manajer keuangan IIP Nasional. Beliau menyarankan untuk memisahkan antara dana darurat dengan tabungan. Karena kedua hal tersebut berbeda. Tabungan tidak boleh di utik dan harus taat dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan dana darurat adalah yang bisa dipergunakan saat genting. Namun untuk saat ini kami masih belum menganggarkan untuk darurat. Mungkin suatu hari nanti 😊.

Semoga Allah senantiasa memberikan rezeki yang barokah. Aammiinn

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s