Kelayapan

Liburan Murah Meriah dan Menyenangkan di Mojokerto, Jawa Timur

Libur Murah Meriah dan Menyenangkan di Mojokerto, Jawa Timur.png

Welcome 2018..

Alhamdulillah sampai saat ini masih diberikan berkat sehat oleh Allah, sehingga sampai saat ini saya masih punya kesempatan untuk menulis lagi. Alhamdulillah..

Kali ini saya ingin bercerita tentang jalan-jalan murah meriah saya dengan suami ke Kota Mojokerto. Kebetulan do’i dapat libur akhir tahun yang lumayan lama yaitu semingguan lebih. Sebelum ke jalan-jalan ke Mojokerto, kami pulang dulu ke Jombang, ke rumah orang tuanya do’i. Hehehe. Kemudian pada hari Selasa 26 Desember kami pun pergi jalan-jalan ke Mojokerto.

Sudah sejak lama sih pingin main ke Mojokerto, tapi baru kesampaian aja. Pada kesempatan kali ini, kami mengunjungi 3 tempat yaitu Patung Buddha Tidur, Candi Brahu, dan Museum Trowulan. Dan ternyata perjalanan dari Jombang ke Mojokerto deket juga ya, cuma memakan waktu setengah jam.

Patung Buddha Tidur

IMG_20171227_084545.jpg
Patung Buddha Tidur

Tujuan wisata pertama yang kami kunjungi adalah Patung Buddha Tidur yang terletak di Jalan Trowulan, Desa Bejijong. Dilansir dari sejarahlengkap.com, Patung Buddha Tidur di Mojokerto tersebut dibangun pada tahun 1993 oleh YM Virayanadi Maha Tera seorang pengerajin patung asal Trowulan dengan panjang 22 meter, lebar 6 meter dan tinggi 4,5 meter. Ternyata patung tersebut menjadi patung terbesar nomor tiga setelah patung Buddha Tidur yang terdapat di Thailand dan juga Nepal.

IMG_20171227_085424.jpg
Relief di bawah Patung Buddha Tidur

Patung tersebut di cat dengan warna kuning keemasan dan bagian bawah patung terdapat relief-relief  yang menggambarkan kehidupan Buddha Gautama, hukum karmaphala dan hukum tumimbal lahir. Selain itu, saya juga menemukan ada banyak uang receh yang di biarkan berserakan di lantai patung tersebut. Saya pribadi kurang paham maksudnya, mungkin hal ini adalah salah satu ritual kali ya. Mungkin teman-teman yang beragama Buddha bisa menjelaskan, saya dengan senang hati kalau di kasi info tentang ini. Hehe..

IMG_20171227_085449.jpg
Uang koin pada lantai patung

Di bawah lantai patung terdapat kolam ikan dan kolam teratai yang membuat suasana di kawasan tersebut menjadi lebih sejuk. Pengunjung boleh lho untuk memberi makan ikan. Untuk pakan ikannya kita bisa membeli disana dengan harga 2000 rupiah saja. Murah ya.

IMG_20171227_085827.jpg
Kolam teratai

Dalam kawasan wisata tersebut tidak hanya terdapat patung Buddha Tidur saja, namun ada beberapa jenis patung lainnya. Selain itu juga terdapat Vihara sebagai tempat untuk beribadah. Menurut info yang saya baca di sejarahlengkap.com, bahwa yang datang berkunjung boleh memasuki area vihara asalkan jangan membuat keributan karena pasti disana ada biksu dan biksuni yang sedang beribadah.

IMG_20171227_091953.jpg
Vihara di Patung Buddha Tidur

Asiknya disana terdapat banyak fasilitas untuk duduk-duduk, baik gazebo ataupun kursi dan meja beton. Suasana di area tersebut juga sangat rindang, sehingga baik pengunjung yang datang untuk berwisata ataupun beribadah bisa merasa nyaman berada disana. Tapi sayangnya, masih aja ada pengunjung yang buang sampah sembarangan. Hmm, jangan buang sampah sembarangan ya good people.

IMG_20171227_091836.jpg
Meja dan kursi beton dan sampah yang tidak dibuang pada tempatnya

Untuk masuk ke kawasan wisata ini kita hanya merogoh kocek 3000 saja per orangnya. Murah banget kan?

Namanya tempat wisata, pasti selalu ada yang berjualan nih. Baik di dalam area Patung Buddha Tidur, maupun di depan gerbangnya terdapat banyak pedagang. Mulai dari yang berjualan makanan, minuman, oleh-oleh ataupun mainan.

Pokoknya asik deh main kesini..

Candi Brahu

IMG_20171227_095551.jpg
Candi Brahu

Setelah menikmati indahnya Patung Buddha Tidur, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Brahu yang terletak tidak jauh dari Patung Buddha Tidur, sekitar 1 kilometer lah. Di sepanjang perjalanan dari Patung Buddha Tidur ke Candi Brahu, kita disuguhkan dengan suasana permukiman Desa Bejijong yang sangat khas. Ternyata Desa Bejijong tersebut menjadi salah satu kampung wisata Majapahit. Oleh karenanya kita nggak heran kalau menemukan fasade rumah dengan bentuk yang sama di sepanjang jalan tersebut. Hal ini adalah salah satu langkah Pemkab Mojokerto untuk mengangkat kembali suasana Majapahit di desa tersebut.

Balik lagi ke Candi Brahu.

Candi tersebut adalah salah satu candi peninggalan kerajaan Buddha. Awalnya saya pikir candi tersebut adalah candi Hindu, ternyata bukan. Pantas saja tanaman di area taman candi tersebut dibentuk menyerupai stupa yang khas dengan candi Borobudur.

Untuk tubuh candi sendiri menggunakan batu bata merah yang tentunya tidak seluruhnya asli dari pertama dibangun. Hal ini karena pada masa lampau, candi tersebut sudah pernah mengalami keruntuhan dan juga ditumbuhi oleh tanaman liar. Nah, ketika candi tersebut ditemukan kemudian dibersihkan. Ini sih menurut bapak-bapak yang jadi tukang bersih-bersih di candi tersebut. hehe..  Dilansir dari dinasti-kadam.blogspot.co.id, candi tersebut dipugar pertama kali pada tahun 1920 oleh Belanda. Dan di pugar kembali oleh pemerintah setmpat pada thun 1995 dengan maksud untuk menjaga dan merawat candi tersebut.

Suasana di Candi Brahu sangat rindang dan terdapat taman yang cukup luas. Jadi kalau ada anak-anak yang berkunjung kesana, bisa lah sambil lari-larian kesana kemari dengan leluasa ~LOL~. Selain itu juga terdapat banyak tempat duduk-duduk juga di bagian pinggir taman, jadi bisa ngadem di bawah pohon lah. Hehe

Sayangnya pada saat kami kesana tidak ada papan informasi tentang sejarah candi tersebut. karena pada saat tersebut, papan informasi yang ada sedang rusak dan belum diperbaiki. Semisal ingin mencari tahu tentang informasi candi, bisa langsung tanya ke pos tempat beli tiket masuk.

Untuk masuk ke dalam lokasi candi ini hanya mengeluarkan 3000 rupiah saja. Murah banget kan?

Sebenarnya, tidak jauh dari Candi Brahu terdapat sebuah candi lainnya yaitu Candi Gentong. Namun sayangnya candi tersebut masih berupa reruntuhan yang masih belum di pugar.

Museum Trowulan

Museum Trowulan terletak di Jalan Pendopo Agung, Desa Trowulan, tidak jauh dari Kolam Segaran peninggalan kerajaan Majapahit. Museum tersebut masih berada di area peninggalan kerajaan Majapahit.

Di museum tersebut terdapat berbagai jenis peninggalan kerajaan Hindu Buddha yang terletak di Jawa Timur. Informasinya tentang peninggalan benda-benda bersejarah di museum ini cukup lengkap. Selain itu juga di museum tersebut terdapat fasilitas pemandu yang akan memberikan informasi tetang benda-benda bersejarah di museum tersebut.

Sayangnya di area museum tersebut tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar dengan tujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya ketika disana saya tidak mengambil gambar sama sekali.

Area museum juga dilengkapi dengan taman dan bangku-bangku beton bagi pengunjung yang ingin beristirahat. Selain itu juga terdapat musholla bagi pengunjung yang ingin beribadah.

Untuk bisa masuk ke dalam museum, kita hanya membayar 5000 rupiah saja per orangnya. Murah banget kan?

***********

Itulah sekilas tentang beberapa tempat wisata di Mojokerto yang saya kunjungi di penghujung tahun 2017. Benar-benar wisata yang murah meriah banget. Karena selain untuk refreshing juga sekaligus bisa belajar sejarah dan kebudayaan.

Liburan nggak harus jauh dan merogoh kocek besar. Datengin yang deket-deket aja dulu, toh selalu ada pelajaran yang bisa kita dapetin kan. Yang deket-deket aja kadang belum habis untuk dikunjungi kan?! Hehehe..

Yuk deh kita tingkatkan kunjungan ke kawasan wisata sejarah Indonesia.

 

Advertisements

4 thoughts on “Liburan Murah Meriah dan Menyenangkan di Mojokerto, Jawa Timur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s