Bunda Sayang

Game Level 6 : Matematika Dalam Gebukan Drum

4.jpg

Pagi ini seperti biasa saya dan si mas pergi ke Alun-alun Sidoarjo untuk main badminton. Biasanya setiap minggu pagi di alun-alun tersebut ada banyak event ataupun komunitas yang berkumpul untuk menyalurkan hobi mereka. Salah satu komunitas yang pasti banget kita pantengin adalah komunitas Street Drum Sidoarjo. Dalam komunitas tersebut isinya adalah anak-anak muda yang memiliki hobi bermain drum.

IMG_20171029_060420

Alat drum itu sendiri ada berbagai macam seperti bass drum, snare drum, pedal bass drum, simbal dan masih banyak lagi (ini liat di gugel. LOL). Bayangin aja kalau misalnya semua alat pada drum tersebut dibunyikan bersamaan. Pastinya nggak mungkin bisa sih. Lha tangan yang main cuma 1 orang dengan 2 tangannya dan dua kakinya. Mana bisa dimainin bersamaan ya?! Yang pasti setiap dalam bermain drum tidak asal digebuk, gebuk ini gebuk itu (udah kayak tawuran aja gebuk-gebukan). Akan tetapi ada teknik-tekniknya agar bunyi yang dikeluarkan dapat dinikmat oleh si drummer dan juga pendengar.

Kalau dipikir-pikir, akan menjadi asik ya belajar matematika melalui bidang yang kita tekuni!

Selain itu, demi apa banget saya baru kepikiran bahwa tugas-tugas bunda sayang ini adalah persiapan untuk nantinya jika sudah punya anak. Hmm. Seharusnya sejak game level 1 saya sudah membuat catatan mengenai apa yang harus saya lakukan kepada anak saya nanti. Karena sudah kadung nyadarnya sekarang. Jadi, saya akan membuat catatannya sekarang.

Maksud saya adalah seperti contoh adalah hari ini. Hari ini saya menemukan matematika pada permainan drum. Sehingga jika saya sudah memiliki anak nantinya yang akan saya lakukan adalah mengajarkannya matematika melalui ketukan. Bagaimanapun mengetuk dengan menggebuk drum sama-sama memukulkan suatu beda pada ke benda padat lainnya agar mengeluarkan bunyi. Nah namun saya melakukannya dengan cara yang sederhana saja. Misalkan nih ngetuk-ngetukin jari telunjuk ke meja. Jika saya mengetuk meja dengan cepat dan dengan tempo lambat pasti mengeluarkan bunyi yang berbeda. Nah saat mengetuk-ngetuknya itu saya bisa sambil berhitung 1,2,3 namun menyuarakan 1,2,3 suaranya nggak datar, paling nggak rada ekspresif lah. Heuheuheu..

It’s gonna be fun belajar matematika dengan cara yang sedemikian rupa. Apalagi jika belajar matematika dari hobi kita. Karena setiap apa yang kita lakukan pastinya membutuhkan cara berpikir yang logis.

Ah, jika ada yang ingin menonton para penggebuk drum bisa melihat videonya disini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s