Bunda Sayang

Game Level 5 : Anak Rantau by Ahmad Fuadi

8

Setelah sekian purnama terlewati akhirnya ngelanjutin baca novel Anak Rantau karya terbaru Ahmad Fuadi.

Novel ini berkisah tentang seorang anak SMP bernama Hepi yang tinggal di Jakarta bersama dengan ayah dan kakak perempuannya. Ibu Hepi sudah meninggal sejak Hepi masih kecil, sehingga Ia merasa sangat haus kasih sayang dari ibunya. Di masa ababilnya, Hepi sering kali bolos sekolah sampai akhirnya pada saat penerimaan rapor, Hepi tidak naik kelas karena memang dia sering sekali bolos. Sampai suatu ketika ayah Hepi mengajaknya pergi berlibur ke kampung halaman ayahnya di Kampung Durian, Sumatera Barat. Awalnya Hepi kira ini hanya sekedar libur sekolah, namun ternyata ini adalah hukuman bagi Hepi dimana Hepi dititipkan kepada kakek dan neneknya dan membiarkan Hepi bersekolah disana. Pada awalnya Hepi memberontak karena dia tidak mau dibiarkan sekolah di kampung, namun Hepi tidak bisa berbuat banyak karena Hepi ditinggalkan oleh ayahnya bersama kakek dan neneknya. Sedangkan ayahnya kembali ke Jakarta seorang diri.

Awalnya saya berpikir bahwa kisah anak rantau ini akan sama seperti anak rantau lainnya, yaitu merantai dari desa ke kota. Walaupun dari kota ke kota namun berada di daerah yang berbeda. Namun ternyata merantau versi Ahmad Fuadi dalam novel ini adalah merantau dari kota ke desa. Kisah merantau Hepi benar-benar mengajak kita kembali pulang ke kampung halaman. Mengingat-ingat kembali kearifan dan suasana damai di kampung halaman.

Dalam novel ini disertakan beberapa pepatah minang dan pepatah yang paling gampang saya ingat dan paling membekas adalah “Alam terkembang jadi guru”. Tidak ada satupun hal di bumi ini yang diciptakan dengan sia-sia oleh Allah, Sang Pemilik Semesta. Dan yang saya tau, sekalipun dari suatu hal yang kotor dan menjijikkan pun bisa mendatangkan hikmah.

Bagi saya sih, kisah yang paling saya suka dari novel ini adalah kisah Pandeka Luko. Seorang pahlawan yang terbuang, terlupakan, dan terkhianati. Pandeka Luko berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, eh malah beliau di jebloskan ke penjara karena dianggap pengkhianat. Sudah di anggap pengkhianat, di penjara, keluar dari penjara beliau di fitnah oleh orang kampungnya. Beliau dikatain punya ilmu hitam, punya mesin pencetak uang, pokoknya nggak pernah ada bagusnya deh. Dari kisah Pandeka Luko ini mengajarkan buanyak hal, walaupun cerita tentang beliau hanya secuil dari , keseluruhan isi novel. Akan tetapi memberikan banyak pelajaran, salah satunya adalah kita harus tabayyun terhadap setiap informasi yang kita dapatkan. Jangan buru-buru disimpulkan, diterima, dan disebarkan. Karena belum tentu informasi tersebut benar adanya.

Secara keseluruhan isi novel ini sebenarnya adalah tentang memaafkan dan berdamai dengan diri sendiri. Walaupun memaafkan tidak pernah mudah, akan tetapi jangan sampai amarah menguasai kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s