Opini

Bijak Dalam Berbelanja

Siapa sih yang nggak suka belanja? Apalagi kalo udah ada diskonan sana sini. Wah, bakalan kalap deh. Tapi, membiasakan diri terlalu boros dalam belanja juga kurang baik lho. Karena pasti liat yang mentereng dikit, pengen dibeli.

Kadang, banyak dari orang-orang yang suka belanja punya kalimat jitu “daripada nyesel, mending dibeli aja deh”. Kalimat ini merupakan sugesti yang keliru. Karena semakin kita tidak mampu menahan diri dalam berbelanja, semakin boros hidup kita.

Sebenarnya sih nggak apa-apa mau beli apapun yang kita inginkan. Toh uang-uang sendiri kok. Apa masalahnya? Nah ini juga jadi kalimat jitu para shopaholic dalam membela diri. Kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah tindakan yang berlebihan. Membeli banyak hal ini dan itu, ujung-ujungnya tidak digunakan. Yang ada ntar cuma disimpen aja dirumah. Ya kalo inget buat disumbangin kan bagus. Kadang dibiarin sampai rusak.

Saya memperhatikan beberapa orang yang saya kenal. Ketika punya uang mereka menjadi sangat boros. Sukanya jalan terus buat shopping. Giliran lagi bokek, mereka bisa jadi stres. Karena ada kehausan untuk berbelanja. Sesungguhnya, terlalu boros dan juga hobi banget belanja sama aja kayak melempar diri ke dalam jurang. Akan lebih baik agar kita lebih bijak dalam berbelanja yaitu dengan membeli barang-barang yang memang berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan kita.

Kita tidak bisa terus-terusan mempersubur rasa ingin kita dan menyampingkan aspek butuh. 

Saya masih inget sekali. Ada sebuah acara TV dengan bintang tamu Ayu Azhari dan anak-anaknya. Jadi, anak Ayu Azhari kalo mau beli baju mereka akan menyumbangkan beberapa baju yang ada di dalam lemari pakaiannya baru beli baju lagi. Tapi mereka tidak selalu membeli, hanya sesekali saja. Dan saya rasa ini bisa kita jadikan contoh dan kita terapkan.

Kita harus bisa mencoba untuk menahan hawa nafsu kita agar tidak terlalu boros. Apalagi untuk yang sudah menjadi ibu. Kadang seorang ibu tidak menyadari bahwa sikap boros tersebut dapat menurun ke anaknya. Kudunya seorang ibu mengajarkan anaknya bijak dalam menggunakan uang untuk berbelanja. Saya berani berkata demikian karena saya memperhatikan beberapa teman yang cukup boros karena memang orang tuanya juga boros. Ya kalo hidupnya terus-terusan di atas. Kalo nggak? Apa bisa survive?

So, mari kita bijak dalam menggunakan uang untuk berbelanja. Belanja boleh, kalap jangan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s