Opini · Permukiman dan Perkotaan

Yuk Atasi Masalah Genangan Air Saat Musim Penghujan Dengan Pengadaan Lubang Biopori

Permasalahan yang sering terjadi terutama di kota-kota besar yaitu masalah genangan air saat musim penghujan datang. Tidak jarang genangan air tersebut cukup merepotkan terutama jika genangan air tidak kunjung surut. Ada beberapa kemungkinan penyebab dari timbulnya genangan air saat musim penghujan yaitu kualitas drainase yang kurang memadai, daya serap tanah yang kurang optimal, kurangnya penghijauan, dan jenis tanah. Salah satu cara untuk mengatasi genangan air tersebut yaitu dengan pengadaan lubang biopori.

images (97)

Sumber : Google Images

Lubang bipori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal dengan menggunakan pipa yang ditancapkan ke dalam tanah. Pengadaan biopori tersebut menjadi salah satu metode penyerapan air untuk mengatasi masalah genangan air dengan meningkatkan penyerapan tanah. Sebagian besar lubang biopori tersebut diaplikasikan di kawasan perumahan baik secara personal (di rumah sendiri) maupun diadakan oleh masyarakat setempat yang diaplikasikan di lingkungan perumahan yang ditanamnkan pada pinggir jalan perumahan ataupun ditengah-tengah jalan (jika lebar jalan cukup sempit).

Selain untuk mengatasi masalah genangan air hujan, pengaplikasian lubang biopori juga adalah untuk meningkatkan kualitas tanah. Hal ini dikarenakan sampah organik yang dimasukkan kedalam lubang biopori mengalami pengomposan yang dapat menyuburkan tanah. Sehingga pengadaan lubang biopori tidak hanya sekedar mengurangi genangan air, namun juga dapat meningkatkan kualitas tanah, meningkatkan daya serap tanah, mengurangi debit sampah organik serta dapat mengurangi timbulnya jentik-jentik nyamuk.

images (96)

Sumber : Google Images

Akan tetapi menurut LIPI, pengadaan lubang biopori tidak mampu mengatasi masalah banjir karena ukuran dari lubang biopori tersebut yang cukup kecil. Akan tetapi, lubang biopori dianggap efektif dalam mengurangi kuantitas genangan air saat hujan.

Cara membuat lubang biopori cukup mudah dengan alat yang cukup sederhana. Caranya yaitu :

  1. Buat lubang silindris secara vertikal ke alam tanah dengan diameter 10 cm. Kedalaman kurang lebih 100 cm atau tidak melampaui muka air tanah
  2. Masukkan pipa PVC yang sudah dilubangi ke dalam galian tanah yang tersedia;
  3. Kemudian isi lubang tersebut dengan sampah organik seperti sisa sayuran, daun-daun dari halaman rumah dan sampah organik lainnya;
  4. Lalu tutup dengan penutup pipa yang sudah dilubangi.

pipa-pvc (1)

Sumber : masfikr.com

Lubang biopori tersebut dapat diisi berulang-ulang kali karena proses pengomposan cukup cepat terjadi. Sehingga kuantitas sampah organik dalam lubang tidak akan penuh karena selalu terjadi pengomposan sampah dan sampah hasilnya diserap oleh tanah dan juga tanaman disekitarnya.

_20171010_185932.JPG

Gambar di atas ini adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh Yu Sing (salah satu arsitek beken Indonesia) yang disebutnya dengan lubang humus. Beliau membuat lubang humus dan mengisinya dengan sampah-sampah daun. Karena menurut beliau, daripada sampah daun dari halaman rumahnya dibuang ke tempat sampah, lebih baik dimasukkan ke dalam lubang humus dengan manfaat yang di dapat lebih banyak. Tidak hanya untuk tanah namun juga untuk manusia dan tanaman.

 Sumber Referensi

Wikipedia.com

masfikr.com

IG @iniyusing

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s