Permukiman dan Perkotaan

Belajar Dari Kota Surabaya

Kota Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan Indonesia yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Hal ini terlihat dari jumlah penduduk Kota Surabaya yang telah mencapai 3 jutaan jiwa serta dijadikannya sebagai salah satu pusat perekonomian Indonesia.

Saya tinggal di Surabaya sudah 2 tahun dan saya cukup kagum dengan pencapaian Pemkot Surabaya untuk kemajuan kota Surabaya dan masyarakatnya. Tidak heran jika pada tahun 2016 kemarin, Kota Surabaya dijadikan sebagai lokasi preparasi untuk Habitat III. Waktu itu, Kota Surabaya didatangi oleh berbagai perwakilan dari negara-negara di dunia. Dan banyak dari mereka yang kagum dengan Surabaya. Bahkan ada banyak para peneliti dari negara lain yang meniliti kota Surabaya dari puluhan tahun yang lalu, baik dari aspek ekonomi kotanya maupun permukiman dan morfologi kotanya.

Saat ini, Pemkot Surabaya sedang gencar-gencarnya meningkatkan kualitas kampung-kampung kota baik pada aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi. Selain itu juga Pemkot Surabaya berusaha keras mempercantik kotanya dengan cara memperbanyak kuantitas taman kota aktif maupun pasif. Setiap pagi, para petugas kebersihan telah membersihkan tiap ruas jalan kota. Selain itu juga mereka merawat tanaman-tanaman taman kota serta membersihkan sungai-sungai kota.

Berbicara tentang kampung kota Surabaya, saya pribadi mengakui banyak kampung kota Surabaya mulai memperbaiki kualitas lingkungan kampungnya yang juga meningkatkan kualitas sosial, budaya dan ekonomi masyarakatnya. Sebagai contoh adalah Kampung Lawas Maspati yang terletak di daerah Bubutan, Surabaya Pusat. Kebetulan, saya telah mengikuti perkembangan kampung tersebut sejak akhir tahun 2015 karena kampung tersebut menjadi lokasi untuk tugas Permukiman Berwawasan Lingkungan.

Kampung Lawas Maspati saat itu terpilih sebagai pemenang kompetisi Surabaya Green and Clean katagori berkembang. Awalnya kampung tersebut mencoba meningkatkan kualitas lingkungannya melalui pengadaan komposter, daur ulang sampah anorganik, pengadaan urban farming dan juga IPAL. Lalu seiring berjalannya waktu, para inisiator di kampung tersebut memperluas aspek pencapaiannya yaitu ke arah ekonomi seperti menanam berbagai jenis buah dimana 1 RT menanam 1 jenis tanaman buah. Kemudian buah tersebut diolah menjadi berbagai jenis makanan atau minuman seperti minuman lidah buaya,  kue jahe dan lain sebagainya. Sudah banyak prestasi yang diraih oleh kampung tersebut. Sehingga tidak heran jika kemajuan kampung tersebut cukup pesat.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kampung Maspati Surabaya, Dokumentasi Pribadi, 2016

Segala pencapaian prestasi dari Kampung Maspati tidak lepas dari kontribusi kuat dari masyarakat setempat. Hal ini selaras dengan teori yang dikemukakan oleh John Turner dimana dalam kontribusi terbesar dalam pembangunan lebih baik datang dari masyarakat lokal. Sedangkan kontribusi pemerintah dan swasta porsinya lebih kecil. Dengan demikian, sense of place dan sense of belonging dari masyarakat setempat menjadi lebih kuat.

Tidak hanya kampung Maspati saja, masih banyak kampung di Kota Surabaya yang mengalami kemajuan pesat dalam peningkatkan kualitas lingkungan, sosial, ekonomi dan budayanya. Perbaikan kualitas lingkungan kampung ini diharapkan juga dapat meningkatkan kualitas kota Surabaya secara makro. Karena kampung Surabaya menjadi salah satu tombak kemajuan Kota Surabaya. Pemkot Surabaya memang menginginkan Surabaya terkenal dengan kampung-kampungnya, bukan gedung-gedung tingginya.

Terlepas dari segala prestasi yang dicapai Kota Surabaya, tentu masih banyak hal yang perlu diperbaiki baik kotanya sendiri maupun masyarakatnya. Namun hal tersebut adalah wajar. Karena memang kita hidup tidak terlepas dari segala dinamika. Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan pemerintah, namun kita, warga yang tinggal di suatu kawasan kota ataupun desa perlu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kawasan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s