Opini

Memperkenalkan Indonesia Melalui Peta Sejak Dini

large-peta-nkri-lama-59e9d7f869703c43c3c644cb7533eafd.jpg
Sumber : Google Images

Saya lahir di Kota Mataram dan besar di Kabupaten Lombok Barat. Ya, di Pulau Lombok dimana Kota Mataram pun ya ada di Pulau Lombok. Tapi ternyata masih aja ada orang Indonesia yang nggak tau Mataram itu dimana. Kalau nggak tau Mataram ada dimana sih masih wajar, tapi kalau nggak tau Lombok ada di bagian Indonesia mana kok ya rasanya ngenes ya. Lol

Sejujurnya saya sering merasa sedih ketika mengetahui masih ada orang Indonesia yang tidak kenal Indonesia secara geografis. Nggak apa-apa sih nggak tau secara detail, tapi paling nggak tau lah tentang geografisnya Indonesia. Ya kali kalo tinggalnya di pedalaman Indonesia dan kesulitan untuk akses menemukan peta Indonesia. Lha ini, kebanyakan yang nanya “Lombok itu dimana?” adalah orang yang tinggal di kota dengan kemudahan akses untuk mendapatkan peta Indonesia. Entah dengan cara membeli di toko buku ataupun meminjam di perpustakaan yang tersedia di kota tersebut. Dan saya rasa disekolah-sekolah ada peta Indonesia yang diletakkan di kelas-kelas. Mbok ya sekali-kali dipantenginlah.

Lalu yang lebih bikin jleb adalah ketika seorang alumni kelas IPS bertanya kepada saya “Lombok itu provinsi apa?”. Bayangkan anak IPS lho yang nanya gitu? Bukannya apa-apa sih. Tapi masak nggak pernah mantengin peta Indonesia sih? Kan lucu ya. Bukannya saya sombong lalu memandang rendah orang yang nggak tau Indonesia secara geografis. Tapi paling nggak setidaknya kita tau lah kalo Lombok itu ada di NTB. Lombok itu ada di sebelah timurnya Bali. Sulawesi itu yang bentuknya kayak K. Papua itu berbeda dengan NTT. Paling nggak kita tau itu. Nggak harus kita tau detail kok.

Ketika saya masih kecil, bapak saya membelikan saya buku peta Indonesia yang di dalamnya ada peta indonesia keseluruhan. Lalu kemudian di detailkan per provinsi. Bapak saya sering menemani saya untuk mengenal geografis Indonesia melalui peta. Kami memperhatikan bagaimana bentuk pulau-pulau di Indonesia terutama pulau besar. Kami juga memperhatikan kota apa saja yang terdapat di masing-masing provinsi dan paling nggak ibu kota dari provinsi tersebut. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan di masa itu.

Kita nggak harus tau tentang negara-negara di dunia. Bagus sih kalo misalnya sampai mempelajari seluruh negara di dunia. Tapi karena kita tinggal di Indonesia, maka fokuslah dulu pada Indonesia. Biar kita taulah tentang negara kita tercinta ini secara geografis. Selain itu, biasanya di buku peta juga dicantumkan potensi-potensi alam yang ada di masing-masing daerah. Baguskan kalo misalnya mempelajari sampai ke potensi alam Indonesia juga.

Dari pengalaman saya tersebut saya berkesimpulan bahwa penting bagi orang tua untuk memperkenalkan geografis Indonesia melalui peta. Walaupun tidak detail, tapi paling nggak taulah kalo Bima ada di Pulau Sumbawa atau Gorontalo ada di Sulawesi. Nggak masalah kalo nggak tau letak persisnya ada di sebelah mana. Tapi paling nggak tau Indonesia.

Lalu untuk menambah wawasan kita tentang Indonesia, ada baiknya kita pergi merantau. Keluar dari kampung halaman kita dan berkenalan dengan orang-orang dari daerah lain yang ada di Indonesia. Seperti sarannya Imam Syafi’i lah. Saya pun juga anak rantau dan sampai saat ini masih merantau. Dan menjadi anak rantau sangat menyenangkan karena saya bisa memiliki teman dari daerah lain dan bisa mengenali dan membedakan mereka dari daerah mana berdasarkan aksentuasi mereka ketika berbicara bahasa Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s